Laman

Showing posts with label kontraktor. Show all posts
Showing posts with label kontraktor. Show all posts

Friday, January 31, 2014

Infrastruktur Jaringan Access Khususnya Kabel Tembaga, merupakan salah satu aset terbesar milik TELKOM INDONESIA, yang tidak dimiliki oleh Operator Telekomunikasi lain

Sebanyak  33 Ibu Kota Propinsi dan 504 ibu kota Madya/ Kabupaten dan bahkan juga termasuk sebagian ibu kota kecamatan. sudah terinstalasi jaringan access khususnya kabel tembaga, sesuatu aset yang besar yang diperkirakan juga merupakan konfigurasi jaringan lokal terbesar di dunia.
Salah satu kekuatan TELKOM dalam bisnis Telekomunikasi adalah memiliki  Jaringan Akses Wireline dengan populasi yang besar dan coverage layanan yang luas di seluruh wilayah Indonesia. Kekuatan  ini tidak akan pernah dimiliki oleh operator lain dan sampai saat ini masih menjadi kontributor revenue engine terbesar bagi TELKOM.

Berikut pembagian wilayah TELKOM INDONESIA yang memiliki Jaringan Wireline Kabel Tembaga

A. Pulau Sumatra ( TELKOM WILAYAH DIVISI REGIONAL I )

1. Nanggroe Aceh Darussalam / NAD (Daerah Istimewa)
2. Sumatera Utara / Sumut
3. Sumatera Barat / Sumbar
4. Bengkulu
5. Riau
6. Kepulauan Riau / Kepri
7. Jambi
8. Sumatera Selatan / Sumsel
9. Lampung
10. Kepulauan Bangka Belitung / Babel

B. Pulau Jawa ( TELKOM WILAYAH DIVISI REGIONAL II, III, IV, V )

11. DKI Jakarta / Daerah Khusus Ibukota Jakarta ( DIVISI REGIONAL II )
12. Jawa Barat / Jabar ( DIVISI REGIONAL III )
13. Banten ( DIVISI REGIONAL III )
14. Jawa Tengah / Jateng ( DIVISI REGIONAL IV )
15. DI Yogyakarta / Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIVISI REGIONAL IV )
16. Jawa Timur / Jatim ( DIVISI REGIONAL V )

C. Pulau Kalimantan ( TELKOM WILAYAH DIVISI REGIONAL VI )

17. Kalimantan Barat / Kalbar
18. Kalimantan Tengah / Kalteng
19. Kalimantan Selatan / Kalsel
20. Kalimantan Timur / Kaltim

D. Nusa Tenggara ( TELKOM DIVISI REGIONAL VII )

21. Bali
22. Nusa Tenggara Barat
23. Nusa Tenggara Timur

E. Pulau Sulawesi ( TELKOM DIVISI REGIONAL VII )

24. Sulawesi Barat / Sulbar
25. Sulawesi Utara / Sulut
26. Sulawesi Tengah / Sulteng
27. Sulawesi Selatan / Sulsel
28. Sulawesi Tenggara / Sultra
29. Gorontalo

F. Kepulauan Maluku dan Pulau Papua ( TELKOM DIVISI REGIONAL VII )

30. Maluku
31. Maluku Utara
32. Papua Barat
33. Papua

History  Jaringan Tembaga Milik TELKOM INDONESIA.

Tahun 1964 dibangun kabel tembaga jenis isolasi kertas buatan AIE Belanda, sebagian besar sudah di non aktifkan dan sebagian juga masih digunakan.
Tahun 1978, proyek pembangunan jaringan kabel tembaga yang disebut BICC ( British Insulation Cable Company) project yang menggunakan isolasi polyethilen petrojelly (BOHCA) yang dibangun di seluruh Ibu Kota Propinsi Indonesia.
Tahun 1982, proyek 100 SBK lengkap dengan pembangunan jaringan kabel tembaga petrojelly (BOHCA) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tahun 1984, proyek ekspansi jaringan kabel tembaga untuk seluruh STO di Indonesia.
Tahun 1988, proyek pembangunan phase-1 jaringan kabel tembaga sebagian jaringan kabel kering (SATG) dan jaringan kabel petrojelly (BOHCA)
Tahun 1991, proyek pembangunan phase-2 jaringan kabel tembaga petrojelly (BOHCA)  untuk ekspansi dan pembebasan telepon engkol ibu kota Kabupaten/ Kodya
Tahun 1994, proyek pembangunan PROTEL-3 ekspansi jaringan kabel seluruh STO Jawa, Bali-NUSRA dan beberapa kota lainnya di Indonesia
Tahun 1996, Project pembagunan PHASE-4, ADB-2 Sumatera dan Sulawesi ekspansi jaringan kabel tembaga beberapa STO.
Tahun 1998, Poject pembangunan Jaringan Kabel Kerja Sama Operasi (KSO), ekspansi jaringan kabel tembaga dan fiber optic.
Tahun 2006, Project pembangunan Jaringan Kabel KSO Plus, ekspansi jaringan kabel tembaga dan fiber optic.
Dan beberapa ekpansi jaringan kabel tembaga dari tahun ke tahun dengan skala terbatas untuk memenuhi permintaan akan kebutuhan akan layanan telepon.

Apakah masih diperlukan Jaringan Wireline (Kabel Tembaga)? dengan keberadaan Wireless yang lebih praktis.

Bisnis wireline desain awal yang hanya untuk spesifikasi POTS dan layanan data dengan skala terbatas, tetapi dengan berkembangnya teknik telekomunikasi, maka wireline juga dapat digunakan disamping sebagai layanan POTS juga untuk kebutuhan broadband seperti SPEEDY, ASTINET, VPN IP dll.
Saat ini dengan memasuki dunia modern wireline masih memegang peranan penting untuk mendukung layanan triple play (Voice, Data, Vidio), sehingga keberadaan wireline masih sangat diperlukan.
Dengan koneksi yang lebih stabil dan jauh dari interfrensi frequensi maka wireline punya kelebihan tersendiri terutama untuk layanan speed yang konstan.

Kondisi jaringan wireline TELKOM INDONESIA

Hampir dipastikan teknologi yang digunakan sama dengan teknologi yang digunakan oleh negara-negara yang menggunakan jaringan wireline sebagai jaringan utama untuk koneksi telekomunikasi.
Perbedaannya adalah terletak pada kondisi geografis dan dan  coverage layanan yang sangat besar yang terdiri dari wilayah-wilayah kepulauan sehingga membutuhkan effort yang tinggi dalam hal maintenance dan operasional, yang berdampak kepada alat produksi tidak tertangani dengan baik.
Beragamnya teknologi prangkat yang terkait dengan wireline menambah rumitnya dalam hal recovery jika terjadi perubahan systim atau kebijakan.

Berikut komparasi kondisi jaringan wireline TELKOM INDONESIA dengan beberapa Negara terutama Arab Saudi, Singapura yang sama mengoperasikan alat produksi telekomunikasi Wireline.

Jaringan TELKOM INDONESIA, kombinasi menggunakan jaringan kabel udara dan kabel tanah sehingga berdampak terutama jaringan kabel udara menjadi semrawut
APILOT CONCEPT 04 APILOT CONCEP 03
APILOT CONCEPT 08 ADW SEMRAWUT 1
DSCN1889 DSCN1798

image

Kondisi Alat produksi wireline TELKOM  dan Kondisi jaringan kabel di beberapa perkotaan INDONESIA (Gambar-1)

Jaringan kabel Arab Saudi sama sekali tidak menggunakan jaringan atas udara, seluruhnya menggunakan jaringan kabel bawah tanah, sehingga jaringan kabelnya sangat rapi dan tertata dengan baik.
JARINGAN AKSES MADINAH
JARINGAN AKSES MADINAH 1

Kondisi Alat produksi wireline ARAB SAUDI  (Gambar-2)

Jaringan kabel Singapura sama sekali tidak menggunakan jaringan atas udara, seluruhnya menggunakan jaringan kabel bawah tanah, sehingga jaringan kabelnya sangat rapi dan tertata dengan baik.
DSCN0941 DSCN0940
Memperhatikan kondisi jaringan di atas tentu diperlukan penataan jaringan kabel wireline TELKOM INDONESIA yang berwawasan lingkungan dengan tidak membiarkan jaringan wireline menjadi degradasi mutu dan cenderung menciptakan VISUAL VOLLUTION.
Untuk menata kembali jaringan wire line TELKOM  menjadi BIR (Bersih Indah, Rapi) diperlukan suatu konsep terpadu dengan instasi terkait  misalnya Tata Kota, PU, PLN, PDAM sehingga bisa mendekati sama dengan jaringan wireline di Negara-negara seperti tersebut di atas. (End)

Spesifikasi Kabel Serat Optic

Kabel Serat Optic

Berbeda dengan kabel metalik, kabel serat optik ukurannya kecil, + 3 cm, dan lebih ringan sehingga instalasi kabel serat optik dapat dilakukan melalui beberapa span secara sekaligus. Panjang kabel serat optik dalam satu haspel
biasanya mencapai 2 s/d 4 km. Pada saat ini, untuk mengatasi keterbatasan kapasitas kabel tembaga, maka pembangunan junction menggunakan kabel serat optik jenis single mode. Ada dua jenis kabel Fiber Optic , yaitu :
PIPA LONGGAR (Loose Tube). Serat optik ditempatkan di dalam pipa longgar (loose tube) yang terbuat dari bahan PBTP (Polybutylene Terepthalete) dan berisi jelly. Saat ini sebuah kabel optik maksimum mempunyai kapasitas 8 loose tube, di mana setiap loose tube berisi 12 serat optik.
ALUR (Slot) Serat optik ditempatkan pada alur (slot) di dalam silinder yang terbuat dari bahan PE (Polyethyiene). Pada saat di Jepang telah dibuat kabel jenis slot dengan kapasitas 1.000 serat dan 3.000 serat.
Diameter dan berat kabel optik jenis slot
image

Penampang Kabel Optik Jenis Loose Tube


image

Penampang Kabel Optik Jenis Slot


image

Konstruksi Kabel Fiber Optic


  • Kabel duct
  • Kabel direct buried
  • Kabel aerial
  • Kabel indoor
Konstruksi Jenis Kabel Duct
image

Konstruksi jenis kabel direct buried (tanam langsung)
image

Konstruksi Jenis Kabel aerial (kabel udara)
image

Konstruksi Jenis Kabel Indoor (Kabel dalam gedung/rumah) kapasitas 2-6 Fiber Optic
image

Konstruksi Jenis Kabel Indoor (Kabel dalam gedung/rumah) kapasitas 8-12 Fiber Optic

image

Fungsi dan bagian-bagian kabel optik jenis loose tube


  • Loose tube, berbentuk tabung longgar yang terbuat dari bahan PBTP (Polybuty leneterepthalete) yang berisi thixotropic gel dan serat optik ditempatkan didalamnya. Konstruksi loose tube yang berbentuk longgar tersebut mempunyai tujuan agar serat optik dapat bebas bergerak, tidak langsung mengalami tekanan atau gesekan yang dapat merusak serat pada saat instalasi kabel optik. Thixotropic gel adalah bahan semacam jelly yang berfungsi melindungi serat dari pengaruh mekanis dan juga untuk menahan air. Sebuah loose tube dapat bersisi 2 sampai dengan 12 serat optik. Sebuah kabel optik dapat bersisi 6 sampai dengan 8 loose tube.
  • HDPE Sheath atau High Density Polyethylene Sheath yaitu bahan sejenis polyethylene keras yang digunakan sebagai kulit kabel optik berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi serat optik dari pengaruh mekanis pada saat instalasi. Alumunium tape atau lapisan alumunium ditempatkan diantara kulit kabel.
  • water blocking berfungsi sebagai konduktivitas elektris dan melindungi kabel dari pengaruh mekanis.
  • Flooding gel adalah bahan campuran petroleum, synthetic dan silicon yang mempunyai sifat anti air. Flooding gel merupakan bahan pengisi yang digunakan pada kabel optik agar kabel menjadi padat.
  • PE Sheath adalah bahan polyethylene yang menutupi bagian central strength member.
  • Central strength member adalah bagian penguat yang terletak ditengahtengah kabel optik. f Central Strength Member dapat merupakan: pilinan kawat baja, atau Solid Steel Core atau Glass Reinforced Plastic. Central Strength member mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang
    diperlukan pada saat instalasi.
  • Peripheral Strain Elements terbuat dari bahan polyramid yang merupakan
    elemen pelengkap optik yang diperlukan untuk menambah kekuatan kabel
    optik. Polyramid mempunyai kekuatan tarik tinggi.

Fungsi dan bagian-bagian kabel

optik jenis slot


  • Kulit kabel, terbuat dari bahan sejenis polyethylene keras, berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi serat optik dari pengaruh mekanis saat instalasi.
  • Aluran (slot) terbuat dari bahan polyethylene berfungsi untuk menempatkan sejumlah serat. Untuk kabel optik jenis slot dengan kapasitas 1000 serat, diperlukan 13 aluran (slot) dan 1slot berisi 10 fiber ribbons. 1 fiber ribon berisi 8 serat.
  • Central strength member adalah bagian penguat yang terletak ditengahtengah kabel optik. Central strength member terbuat dari pilinan kawat baja yang mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang diperlukan pada saat instalasi.

Spesifikasi Kabel Optik

Karakteristik Mekanis :
  • Fibre Bending (tekukan Serat) Tekukan serat yang berlebihan (terlalu kecil) dapat mengakibatkan bertambahnya optical loss.
  • Cable Bending (tekukan Kabel) Tekukan kabel pada saat instalasi harus di jaga agar tidak terlalu kecil, karena hal ini dapat memerusak serat sehingga menambah optical loss.
  • Tensile Strength Tensile strength yang berlebihan dapat merusakan kabel atau serat.
  • Crush atau tekanan yang berlebihan dapat mengakibatkan serat retak / patah, sehingga dapat menaikkan optical loss.
  • Impact adalah beban dengan berat tertentu yang dijatuhkan dan mengenai kabel optik. Berat beban yang berlebihan dapat mengakibatkan serat retak / patah, sehingga dapat menaikkan optical loss.
  • Cable Torsion Torsi yang diberian kepada kabel dapat merusak selubung kabel dan serat.
image

Jumlah fiber pada 6 Loose tube


image

Jumlah fiber pada 8 loose tube


image

Copper Conductor


image

image
image

Tanda Pengenal Kabel Optik

Kabel Optik harus diberi tanda pengenal yang tidak mudah hilang yang tertera pada kulit kabel di sepanjang kabel. Adapun tanda pengenal tersebut meliputi :
Nama pabrik pembuat
Tahun pembuatan
Tipe serat optik :
  • SM = Single Mode
  • GI = Graded Index
  • SI = Step Index
Pemakaian kabel optik :
  • D = Duct
  • A = Aerial
  • B = Buried
  • S = Submarine
  • I = Indoor
  • Jenis kabel optik :

    • LT = Loose tube

  • SC = Slotted core
  • TB = Tight Buffered
  • Struktur penguat :
  • SS = Solid Steel Core
  • WS = Stranded Wire Steel
  • GRP = Glass Reinforced Plastic
  • Panjang tanda pengenal kabel termasuk nama pabrik dan tahun pembuatan adalah satu meter.
    Contoh: SM-D-LT SS 6-3X2 2Q
    image
    SMD-LT SS6-3T 2Q, adalah tanda pengenal kabel optik single mode untuk pemakaian duct dengan jenis loose tube, struktur penguatnya Solid State Core, jumlah serat adalah 6 dengan 3 buah loose tube dan juga mempunyai 2 quad kabel tembaga.

    image
    image
    image
    image
    image
    image
    image
    image
    image
    Persyaratan yang dibutuhkan oleh serat optik
    adalah :
    • Tidak putus saat gaya rentang (tensile force) bekerja pada serat optik.
    • Tidak mengalami perubahan kualitas perambatan cahaya akibat tekanan dari samping seperti misalnya microbending.
    • Serat optik ditempatkan secara khusus didalam kabel optik.
    • Pada sambungan serat optik harus diberi penguat.

    Rugi-rugi Fiber Optic


    Secara garis besar rugi-rugi yang terjadi diakibatkan oleh :
    • Faktor intrinsik (dari serat itu sendiri).
    • Terjadi karena kabel optik yang diinstalasi.
    Rugi-rugi karena serat optik :
    • Penghamburan (scaterring loss)
    • Rayleigh scattering
    • Microbending
    • Core size variation
    • Mode coupling
    • Penyerapan (absorption loss)
    Rugi-rugi karena instalasi :

    • Rugi-rugi penyambungan

  • Fresnel reflection
  • Bengkokan (macro bending).

  • Sumber : Knowledge TELKOM 2007

    Bajing dan Fiber Optik

    Whitepaper

    clip_image002
    Sekilas Info Tentang Bajing (Squirrel)
    Bajing adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pengerat dari suku Sciuridae. Kata yang berpadanan dalam bahasa Inggris adalah squirrel. Dalam ilmu biologi, bajing tidak sama dengan tupai.
    Kelompok ini adalah kelompok besar mamalia kecil, yang di Indonesia mencakup jenis-jenis jelarang, bajing terbang dan bajing pohon pada umumnya. Juga jenis-jenis bajing tanah, anjing prairi dan chipmunk. Dua golongan terakhir ini tidak didapati di Indonesia.
    Mamalia kecil arboreal dengan ekor seperti sikat. Panjang kepala dan tubuh (KT) 150-225 mm, dan ekornya 160-210 mm. Beratnya antara 150-280 gram.
    Sisi atas tubuh kecoklatan, dengan bintik-bintik halus kehitaman dan kekuningan. Di sisi samping tubuh agak ke bawah, di antara tungkai depan dan belakang, terdapat setrip berwarna bungalan (pucat kekuningan) dan hitam. Pada beberapa anak jenis, setrip ini agak pudar dan tak begitu mudah teramati di lapangan.
    Sisi bawah tubuh (perut) jingga atau kemerahan, terang atau agak gelap. Kebanyakan anak jenis dideskripsikan dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan pada warna rambut di bagian ini, yang bervariasi mulai dari abu-abu sedikit jingga sampai coklat berangan gelap.
    Ekor coklat kekuningan berbelang-belang hitam. Terdapat variasi dengan ujung ekor berwarna kemerahan.
    Kebiasaan dan penyebaran
    Bajing kelapa aktif di siang hari (diurnal). Seperti namanya, bajing ini sering ditemukan berkeliaran di cabang dan ranting pohon, atau melompat di antara pelepah daun di kebun-kebun kelapa dan juga kebun-kebun lainnya. Ia melubangi dan memakan buah kelapa, yang muda maupun yang tua, dan menjadi hama kebun yang cukup serius. Di samping itu, bajing kelapa juga memakan berbagai buah-buahan, pucuk, pepagan, dan aneka serangga yang ditemuinya. Dilaporkan pula bahwa bajing ini terkadang merusak kulit ranting karet untuk menjilati getahnya.
    clip_image004
    Hewan ini merupakan salah satu jenis mamalia liar yang paling mudah terlihat di kebun pekarangan, kebun campuran (wanatani), hutan sekunder, hutan kota dan taman, serta beberapa jenis hutan di dekat pantai. Bajing kelapa terutama menyebar luas di dataran rendah hingga wilayah perbukitan. Hewan yang tinggal berdekatan dengan pemukiman dapat menjadi terbiasa dengan manusia dan berani mendekati rumah, bahkan mengambil makanan yang disodorkan manusia.
    Di pagi dan sore hari, kerap terdengar bunyinya yang tajam bergema, “ ..chek.. chek-cek-cek-cek-cek.. ”; atau bunyi tunggal nyaring “ .. chwit !”, yang dikeluarkannya sambil menggerak-gerakkan ekornya. Sarangnya sering ditemukan di lubang-lubang kayu atau di antara pelepah daun palma, berupa bola dari ranting dan serat tumbuhan berlapis-lapis. Bajing kelapa melahirkan anak hingga empat ekor, dan dapat beranak kapan saja sepanjang tahun.
    Bajing kelapa didapati mulai dari Semenanjung Malaya (termasuk di wilayah Thailand), Sumatra, Borneo, Jawa, Bali dan Lombok, Sulawesi serta pulau-pulau di sekitarnya.
    clip_image006
    KERUSAKAN JARINGAN FIBER OPTIK AERIAL CABLE
    99 % GAMAS Jaringan Fiber Optik dengan konstruksi AERIAL KABEL adalah disebabkan oleh binatang pengerat BAJING. BAJING mengupas dan mengerat isolasi PE sampai putus. Ada fenomena yang menarik adalah tube core yang berwarna hijau yang menjadi sasaran utama.
    Dibandingkan Aerial Cable jenis kabel tembaga, sampai saat ini belum menemukan kasusu di lapangan yang dikupas/ digigit oleh BAJING. Tentu menjadi bahan penelitian bersama mengapa kabel jenis tembaga tidak berbahaya bagi binatang pengerat sebangsa BAJING. Apakah karena ada muatan arus electromagnet yang dapat mempengaruhi nyali BAJING pada kabel tembaga dibandingkan dengan Fiber Optic yang melalukan cahaya, sehingga BAJING tidak merasakan sesuatu yang membahayakan dirinya.
    Dihutan lindung Pegunungan Camba 85 km dari Kota Makassar misalnya fiber optic sepanjang 62 km rusak parah akibat binatang pengerat BAJING. Dari kapasitas 24 Core, hanya tersisa 5 core yang dapat digunakan, sehingga beberapa Remote DSLAM Speedy di Off-kan akibat kerusakan jaringan Fiber Optic. Kondisi ini sama di daerah Bulukumba –Sinjai dan Sinja-Bone fiber optic ini tidak ada lagi yang utuh kurang lebih 100 km.
    clip_image008
    Tidak ada cara yang spesifik untuk mengatasi permasalahan ini kecuali mengubah bentuk konstruksi dari AERIAL CABLE (Kabel Udara) menjadi BURRIED CABLE (Kabel tanah). BURRIED CABLE relative lebih aman karena ancaman gangguan massal hanya terjadi jika ada benturan mekanik misalnya terkena peralatan pelebaran jalan atau tanah longsor.
    Untuk AERIAL CABLE sebaiknya tidak lagi direkomendasi untuk digunakan sebagai jaringan transport (backbond), Jaringan Data dll.
    Beberapa permasalahan untuk AERIAL CABLE :
    · Binatang pengerat BAJING.
    · Gesekan ranting pohon.
    · Tertimpah pohon tumbang.
    · Kena barang tajam misanya untuk pekerjaan rabasan pepohonan.
    · Tiang penanggal jaringan rawan tertabrak kendaraan.
    ·
    clip_image010
    Relatif cost tinggi untuk pemeliharaan baik korektif maupun preventif.
    Upaya-upaya penanganan sementara untuk mengatasi permasalahan jaringan Fiber OptiC AERIAL CABLE eksisting.
    · Membebaskan ranting/ dahan pohon yang mudah dilintasi BAJING.
    · Memasang pelindung tambahan misalnya HDPE disekitar tiang yang rentan dirusak/digigit BAJING (seprti pada gambar/foto).
    · Memasang alat penangkap BAJING.
    · Memasang jaringan Fiber Optic bayangan untuk kamufulase.
    (insert mei 2010)

    sumber : http://mandorkawat2009.wordpress.com

    Tuesday, November 20, 2012

    Penyambungan FO dengan Fusion Splicer

    A. PERSIAPAN PENYAMBUNGAN KSO SECARA  FUSION SPLICER :
    Alat dan bahan :
    1. Gergaji.
    2. Tang.
    3. Cutter.
    4. Tinner.
    5. Lap bersih.
    6. KSO.
    Langkah-langkah persiapan penyambungan :
    1.    Pertama-tama potong kabel serat optic (KSO) sesuai dengan yang dibutuhkan atau sesuai dengan ketentuan
    2.    Pisahkan sebagian “labrang” dari KSO sehingga memudahkan dalam penyambungan.
    3.    Kupas kabel serat optic (KSO) sehingga benang dalam serat terlihat.
    4.    Buka lapisan “polyramid” sehingga tubenya terlihat.
    5.    Potong tube pelengkap yang berada dalam kabel serat optic agar tidak mengganggu proses panyambungan.
    6.    Besihkan tube dari gel dengan menggunakan tinner.
    7.    Kupas tube sehingga serat yang berada dalam tube terlihat.
    8.    Bersihkan  serat  dengan menggunakan tinner.
    9.    Setelah bersih maka lakukan persiapan untuk penyambungan.
    B.Proses Penyambungan Serat
    Alat Dan Bahan
    1. Fiber Stripper 
    2. Fiber Cleaver
    3. Fusion splicer
    4. Sleave protection
    5. Alkohol 95%
    6. Dust off
    7. Tissue
    8. Serat optic
    Sleave Protection
    Fiber Stripper
    Fiber Cleaver
    Fusion Splicer
    Langkah-langkah Penyambungan:
    1. Ambil serat optic yang akan disambung, usahakan warna serat sama dengan serat lain yang akan disambung dan juga berasal dari serat yang sama
    2. Masukkan sleave protection pada salah satu serat sebelum proses penyambungan.
    3. Kupas masing-masing coating dari masing-masing serat menggunakan fiber stripper.
    4. Bersihkan bagian cladding dari masing-masing serat menggunakan fiber stripper
    5. Potong ujung serat yang telah dikupas dan dibersihkan menggunakan fiber cleaver. Usahakan hasil potongannya rata, karena hal tersebut dapat mempengaruhi hasil penyambungan.
    6. Masukkan kedua ujung serat yang telah dipotong ke dalam fussion splicer dan usahakan kedua ujung serat tersebut saling bertemu.
    7. Perhatikan tampilan kedua serat yang akan disambung pada layer fussion splicer. Apabila tampilan pada layar tersebut belum tepat  atau serat masih terlihat kotor coba ulangi lagi untuk mendapatkan hasil yang baik.
    8. Apabila posisi serat sudah tepat & sudah terlihat bersih pada Layar fusion spicer,maka biarkan alat tersebut melakukan proses penyambungannya.
    9. Tunggu sampai proses penyambungan selesai dan liat pada layar berapakah loss yang timbul dari hasil penyambungan tersebut.Usahakan loss yang muncul sebesar 0,00dB.
    10. Letakkan sleave protection tadi ditengah-tengah hasil penyambungan.
    11. Panaskan sleave protection tadi agar dapat menyatu dengan hasil sambungan serat optic
      
    Keterangan:
    Benang tersebut terbuat dari bahan nilon. Fungsinya untuk memudahkan mengupas kabel. Selain itu didalam  kabel terdapat gel yang berfungsi sebagai pengawet. Kabel juga dilapisi dengan “armoring alumunium” yang biasanya dihubungkan dengan ground. Tube dalam kabel biasanya dilapisi dengan “polyramid”(kain) sebagai water blocking(penahan air) jika ada air yang masuk kedalam kabel.

    Konsep Dasar Sistem Jaringan Access Fiber Optic

    Jaringan Akses (access network): Jaringan transmisi antara sentral lokal dan terminal pelanggan.
    Blok Diagran Access Network
    image
    Tipe Jaringan akses berdasarkan teknologinya:
    – Jaringan akses berbasis kabel (wireline access)
    – Jaringan akses berbasis radio (wireless access)
    image

    Berbagai teknologi jaringan akses


    image

    JARLOKAF (Jaringan Lokal Akses Fiber)

    Adalah sekumpulan jaringan akses yang menggunakan secara bersama suatu antarmuka jaringan dan diimplementasikan menggunakan serat optik.
    – JARLOKAF = Optical Access Network (OAN) = Fiber In The Loop (FITL)
    Berbagai teknologi Jarlokaf : – Digital Loop Carrier (DLC)
    – Passive Optical Network (PON)
    – Active Optical Network (AON)

    Teknologi JARLOKAF (Jaringan Lokal Akses Fiber)


    image
    image
    image
    image
    image
    image
    image
    image

    Komparasi Konfigurasi Tanpa V5x (Channel Bank), V5.1 dan V5.2

    image

    Fungsi Masing-masing Komponen Jarlokaf

    image

    Passive Optical Network

    Merupakan sistem jarlokaf yang memiliki topologi jaringan pointto- multipoint (Multiple star).
    ✔ Untuk membentuk jaringan point-to-multipoint digunakan komponen pencabang pasif (passive splitter).
    ✔ Diterapkan untuk pelanggan dalam cluster-cluster yang berukuran kecil (4 ~ 120)
    ✔ Jaringan optik PON dapat digunakan bersama-sama/diintegrasikan untuk jaringan distribusi/ broadcast (CATV).
    image

    Teknologi JARLOKAF


    image
    image
    Modus Aplikasi, sistem jarlokaf setidaknya memiliki 2 perangkat opto elektronik, 1 di sisi sentral, 1 di sisi pelanggan. Lokasi perangkat tersebut di sisi pelanggan disebut Titik Konversi sinyal Optik (TKO).
    • Berdasarkan perbedaan letak TKO:
    – Fiber To The Building (FTTB)
    – Fiber To The Zone (FTTZ)
    – Fiber To The Curb (FTTC)
    – Fiber To The Home (FTTH)

    Fiber To The Building


    • TKO terletak di dalam gedung dan biasanya di ruang telekomunikasi di basement.
    • Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indoor atau IKR.
    • FTTB dapat dianalogikan sebagai Daerah Catu Langsung (DCL).
    • Dapat diterapkan bagi pelanggan bisnis di gedung bertingkat atau pelanggan di apartemen.
    image
    image
    image

    Fiber To The Zone

    • TKO terletak di suatu tempat di luar bangunan, baik dalam kabinet dengan kapasitas besar.
    • Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer.
    • FTTZ dapat dianalogikan sebagai pengganti RK.
    • Diterapkan pada daerah perumahan yang letaknya jauh dari sentral atau bila infrastruktur duct pada arah yang bersangkutan, sudah tidak memenuhi lagi untuk ditambah dengan kabel tembaga.
    image
    Modus Aplikasi FTTZ
    image
    Fiber To The Curb
    • TKO terletak di suatu tempat di luar bangunan, di dalam kabinet dan di atas tiang dengan kapasitas lebih kecil (< 120 sst).
    • Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa ratus meter.
    • FTTC dapat dianalogikan sebagai pengganti KP.
    • FTTC dapat diterapkan bagi pelanggan bisnis yang letaknya terkumpul di suatu area terbatas namun tidak berbentuk gedung bertingkat atau bagi pelanggan perumahan yang pada waktu dekat akan menjadi pelanggan jasa hiburan.
    image
    image
    Fiber To The Home
    • TKO terletak di dalam rumah pelanggan.
    • Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indoor atau IKR hingga beberapa puluh meter.
    • FTTH dianalogikan sebagai pengganti TB (Terminal Batas).
    image
    image

    Konfigurasi single star (P to P)

    Jarlokaf yang memiliki satu buah titik star kabel yaitu pada perangkat Jarlokaf di sisi sentral.
    image

    Konfigurasi Multiple Star

    Adalah jarlokaf yang memiliki lebih dari satu buah titik star kabel serat optik (P to P dan P to M)
    image

    KONFIGURASI RING KABEL

    MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAMEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
    ➮ UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
    ➮ UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
    image

    KONFIGURASI RING SDH (1)

    • MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAMEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
    • UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
    • UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
    • DENGAN RING SDH (ADM) MENGHEMAT KABEL SERAT OPTIK.
    image

    KONFIGURASI RING SDH (2)

    • MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAMEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
    • UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
    • UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
    • DENGAN RING SDH (ADM) MENGHEMAT KABEL SERAT OPTIK.
    image
    Sumber : Knowledge TELKOM 2007